Jumat, 25 Februari 2011

Pelangi Dimalam Hari

Reaksi: 
"Gue sayang dia, walau gue tau dia ga akan mungkin bales perasaan itu" ucap Nissa lirih
Kevin, dia adalah seorang pria tampan yang belakangan ini selalu menjadi sumber semangat Nissa. Entah berawal dari mana, saat itu ia mulai merasakan debar yang semakin menjadi-jadi saat bersama Kevin. Lelaki itu berhasil menyita perhatiannya.
Sudah sejak lama ia mengenal Kevin, sahabat dekatnya. Tapi entah mengapa ia baru merasakan debar-debar asmara itu akhir-akhir ini. Saat ia merasakan perubahan sikap Kevin. Saat ia mulai menyadari bahwa Kevin menyimpan rasa untuknya. Saat Kevin memberikan perhatian lebih untuknya. Ya, dia menyadarinya.
Masih teringat dibenak Nissa, malam itu saat ia pergi bersama Kevin. Mereka tidak hanya pergi berdua. Tapi beramai-ramai bersama teman yang lainnya. Mereka pergi berkemah. Perkemahan itu diadakan oleh sekolahnya. Lokasi yang dipilihpun sangat menakjubkan. Dengan danau indah yang dikelilingi bukit-bukit hijau. Terdengar senandung merdu burung dipagi hari yang turut merasakan betapa gembiranya hati mereka.
Malam itu Nissa dan Kevin sengaja memisahkan diri dengan yang lain. Mereka lebih memilih menikmati keindahan malam di tepi danau.



"Nis, lo liat deh, di langit itu ada berjuta-juta bintang. Tapi cuma ada satu yang bersinar paling terang. Dan itu yang gue rasain sekarang. Berjuta-juta orang yang mencoba buka pintu hati gue, tapi cuma satu orang yang berhasil membukanya"
" Cieee, romantis banget lo Vin" ucap Nissa sambil tersipu malu
"Nis,  andaikan ada pelangi dimalam hari, pasti bakal romantis banget ya"
"Iya Vin, pasti bakal keren banget ya. Pasti langit malam bakal kelihatan lebih indah dari sebelum-sebelumnya"
Sejenak mereka saling terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"WOOOOYY ! Dicari kemana-mana disini rupanya kalian. Ayo ngumpul, pada mau bakar-bakar nih" teriak salah satu dari teman mereka
"I-iyaaa.. Ayo Nis" jawab Kevin gugup
Entah apa yang ada dibenak mereka, diperjalanan menuju tenda mereka kembali saling terdiam. Lagi-lagi mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing dan terkadang saling tersipu malu saat mata mereka saling bertemu.


* * *

Pagi itu disekolah, Nissa melihat Kevin sedang berbincang hangat bersama seorang wanita.
Tanpa disadari kakinya mulai melangkah mendekati Kevin dan lawan bicaranya. Ia ingin mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Ternyata Kevin sedang berbicara dengan Claudia, adik kelas mereka

"Hihihi, yang bener kak Kevin? Makasih yaa" ucap Claudia
"Iya., kamu cantik banget hari ini"
"Ih kak Kevin jahaaaatt"
"Loh, kok aku dibilang jahat?" tanya Kevin kebingungan
"Iya, abisnya kak Kevin bilang aku cantik hari ini doang, berarti kemaren-kemaren aku ga cantik dong?" ucap Claudia dengan nada manja
"Engga kok, kemaren-kemaren kamu juga cantik, tapi kamu lebih cantik hari ini"
"Oh yaa, makasih ya kak Keviiinn. Hmm, ngomong-ngomong kak Nissa itu pacarnya kak Kevin ya?"
"ahh bukan kok, siapa yang bilang?"
"Aku yang bilang, soalnya kalian deket banget. kayak orang pacaran. Beruntung ya kak Nissa dapet orang sebaik kak Kevin. Keren, baik, lucu, ganteng pula"
"Duh, aku nggak pacaran sama Nissa kok. Bahkan aku ga pernah suka sama dia. Dia ga ada artinya dimata aku. Ga ada tepat khusus dihati aku untuk dia. Ga ada gunanya juga suka sama dia. buang-buang waktu tau ga sih? hahaha.. Dia cuma seor......"

                                            PRAAAANNG

Belum selesai Kevin berbicara, terdengar suara benda pecah. Refleks Kevin dan Claudia melihat kearah asalnya suara.
Kevin kaget dan tak percaya dengan apa yang dilihat, begitu juga dengan Claudia.
Disana Nissa berdiri mematung, mukanya tampak memerah menahan amarah.
"Nis, gue bisa jelasin sem.."
"Ga perlu Vin, semua udah jelas!" ucap Nissa terisak-isak lalu berlari menjauhi Kevin
"NIS! TUNGGU GUE! NISSA... GUE GA BERMAKSUD NGOMONG KAYAK GITU!"
Nissa tak menghiraukan teriakan Kevin. Ntah berapa orang yang berteriak marah saat Nissa menabrak bahu mereka. Tapi Nissa tak memperdulikannya. Sakit hatinya tak sebanding dengan teriakan jengkel orang-orang disekitarnya.

***
Diluar hujan turun sangat lebat seakan ikut menangis bersama tetes demi tetes air mata yang berjatuhan dipelupuk mata Nissa.
"Seharusnya gue sadar dari awal kalo gue emang ga pantes untuk Kevin, gue emang ga ada artinya apa-apa untuk Kevin. Seharusnya gue ga boleh berharap lebih ke Kevin. Semuanya cuma bisa bikin gue sakit hati" ucap Nissa lirih bersama isakan tangisnya.
Mata Nissa menerawang, menatap nanar hujan yang hampir berhenti. Ia suka hujan, dan ia selalu menunggu datangnya pelangi sehabis hujan. Tapi entah mengapa saat ini ia sedang tak ingin bermain-main bersama hujan, bahkan ia tak mau menunggu pelangi itu hadir

"Gue udah terbiasa sakit hati. Gue sayang sama Kevin, dan gue akan selalu setia menjadi bintang yang bersinar paling terang diantara berjuta bintang lainnya, gue juga akan setia menanti kehadiran pelangi dimalam hari, walaupun gue tau itu cuma sesuatu hal yang mustahil" Nissa berusaha menghibur hatinya
"Gue tau Kevin ga akan pernah bisa cinta sama gue, gue tau gue ga akan pernah dapet tempat dihati Kevin. Tapi selalu ada tempat kosong dihati gue yang gue sediakan untuk Kevin. Just for Kevin!"

Hening sesaat. Nissa kaget saat ada seseorang yang berucap lirih

"Berarti boleh dong gue isi tempat kosong di hati lo itu sekarang?"
"KEVIIIIINN !!" Nissa berteriak kaget.
"Jadi gimana? Boleh kan gue isi tempat kosong dihati lo?"
"Tapi Viin...."
 "Maafin omongan gue kemaren ya, gue emang salah. Tapi sebenernya gue ga berniat ngomong kayak gitu, gue sayang sama lo Nis, gue mau lo jadi bintang yang bersinar paling terang diantara berjuta-juta bintang, gue mau lo jadi pelangi yang menghiasi malam gue."
"Vin....."
"Jadi gimana, lo kan udah nyediain tempat kosong dihati lo untuk gue. Kan sayang kal ga diisi" goda Kevin dengan sorot mata berbinar
"Hmmm.. I-iya, gue mau Vin" jawab Nissa sambil tersipu malu

 Sejak saat itu Nissa dan Kevin resmi menjadi sepasang kekasih.  Mereka tampak begitu serasi saat bersama.

"Vin, makasih ya"
"Makasih kenapa?"
"Makasih kamu udah jadi orang yang mau ngisi tempat kosong dihati aku"
Kevin tersenyum bahagia "Aku juga makasih ya"
"Makasih kenapa?" Nissa balik bertanya
"Makasih karena kamu udah mau nyediain tempat dihati kamu untuk aku"

Kevin dan Nissa sama-sama terdiam, sekali lagi sibuk dngan pikirannya masing-masing. Lalu saat itu mereka disadarkan oleh gerimis yang semakin lama semakin deras.
"Nis, ini favorit kamu. Gerimiiiss"
"Iya Vin.." jawab Nissa tersenyum bahagia
 Mereka saling bergandengan tangan, menikmati gerimis yang sebentar lagi akan menjadi hujan. Menanti kehadiran pelangi dimalam hari MySpace



Nb: Judul pelangi dimalam hari ini terinspirasi waktu gue lagi tweeting sambil dengerin lagunya Vidi Aldiano yang judulnya "Pelangi Dimalam Hari"

2 komentar:

  1. bagus dek :)
    nissa nya baik banget dek, cepet banget maapin kevin nya? tabok duluuuu, hahahaha

    BalasHapus
  2. iye kak, saking cintanya dia ke Kevin.
    *padahal lg ga punya inspirasi.
    wkwk :p

    BalasHapus

Gak Komen Gak Gaul ! :P