Sabtu, 26 Maret 2011

Umbridge or Umbrid(GHOSH)

Reaksi: 
Suatu hari, di negri antah berantah nun jauh disana. Disebuah desa kecil dipedalaman Skotlandia, Inggris tersembunyilah sebuah bangunan. Ya! Bangunan tua yang sepertinya tidak berarti apa-apa dimata rakyat jelata. Tetapi sangatlah istimewa bagi kaum penyihir. Bangunan itu sengaja disembunyikan dari rakyat biasa yang tidak mempunyai kekuatan sihir yang disebut "bangsa Muggle". Mengapa mereka memandang sebelah mata bangunan tersebut? Karena dimata mereka bangunan tersebut adalah bangunan tua yang sudah tidak berfungsi selama berpuluh-puluh tahun. Mengapa mereka begitu? Sementara kaum penyihir dapat melihat keistimewaan bangunan itu? Iya! Sebab kaum Muggle yang tidak memiliki kemampuan sihir tidak bisa melihat bangunan itu. Yang mereka lihat hanyalah bangunan tua yang gersang dan tak berpenghuni. Tapi sebenarnya, bangunan itu adalah sekolah! Sekolah untuk anak-anak yang memiliki kekuatan sihir. Memiliki asrama dan diisi oleh banyak murid dengan kepribadian yang berbeda. Bangunan luas dengan halaman yang indah dan berpuluh-puluh ruangan didalamnya. Sekolah itu... Sekolah itu bernama "HOGWARTS SCHOOL WITCHCRAFT AND WIZARDRY"

Sepertinya sudah byk diantara kalian yang mengenal sekolah ini. Sekolah ternama. Dan disudut bangunan tersebut, ada beberapa asrama. Salah satunya asrama Gryffindor yang diisi dengan anak-anak yang berani, jujur, dan berjiwa pahlawan. Salah satu anggotanya adalah Kel. Weasley, Harry, Hermione, dan Gue ! hahaha...
 Dan pada suatu pagi ..............
*anggap aja ga ada Voldemort, Voldemortnya lagi cuti jalan-jalan keluar negri



Harry : "Selamat pagi, sungguh pagi yang cerah"
Ron : (narik selimut) "Apa? Gua ga salah denger gitu? Pagi yang cerah?? Astaga Harry, diluar hujan salju. Mendingan lo tidur lagi deh. Lagian lo tau sekarang jam berapa? Masih jam 3 pagi !"
Harry : "Oh oke, tapi..." (tiba-tiba lampu mati)
Ron : "Harry, ngapain lo? Iseng banget matiin lampu"
Harry : "Eh siapa yang matiin lapu coba? LUMOS!" (muncul cahaya terang diujung tongkat sihir)
Ron : "Terus yang matiin siapa sih?"
Harry : (ga jawab)
Ron : "Harry, jawab dong"
Harry : "Pssstt... Ron, liat deh" (nunjuk tembok)
Ron : "Apaan? Cuma tulisan biasa aja kok" (membelalak) "ASTAGAAAA !! Siapa yang nulis itu?"
Harry : (nimpuk kepala Ron) "Heh biasa aja kali. Jangan teriak-teriak dikuping gue"
Ron : "Oke maaf, tapi siapa yang nulis?"
Harry : "Ntah lah..."

Disebelah kiri tembok ada tulisan "Harry, do yo know what? I'm fly when you praise me. I love you like a star who loves the night :* "

Sementara disebelah kanan tembok ada tulisan "Ron, love is the most beautiful thing in my life. And i got it from you :* "
Ron : "Oh Harry, siapa yang melakukan semua ini?"
Harry : "Ntahlah Ron, Gue juga ga ngerti. Siapa juga sih jam segini dicuaca yang superduper dingin sempet-sempetnya ngelakuin ini semua? Seharusnya orang-orang masih tidur"
Ron : "Harry, lo tau apa yang ada dipikiran gue sekarang?" (merinding)
Harry : "Apa?"
Ron : "Jangan-jangan ini kerjaan Myrtle Merana. Lo tau kan itu setan genit banget"
Harry : "Apa mungkin?"
Ron : "Ga ada yang ga mungkin kan??"

Tiba-tiba.... 
--> Ada suara teriakan gembira

SURPRISE

Harry : "Ron, lo denger?"
Ron : "Iya.. Hei, siapa kalian!!"
*Kini suara misterius itu kembali terdengar. Tampaknya mereka sedang melafalkan mantra..
*LUMOS !!* ucap suara itu berbarengan. Saat itu pula muncul cahaya dari ujung tongkat
Harry : "Sweety .. !"
Ron : "Honey .. !"
Gue : "Surprise..."
Hermione : "Ini kejutan untuk kalian, kalian suka?"
Ron : "My God, terimakasih Honey" (nyium jidatnya Hermione)
Harry : "Sweety, kamu tau? Aku semakin mencintaimu. Semakin ku memikirkanmu semakin ku menggilaimu. Kau bintang dihatiku, terangi setiap langkahku ~~" (nyanyi sambil jingkrak-jingkrak kesenengan)
Gue : "Harry, tingkahmu seperti bocah kecil yang baru saja mendapatkan lolipop rasa Blueberry. Menggemaskan !" (nyubit pipi Harry)
Harry : (ketawa) "Hahaha terkadang tingkah ataupun kejutan-kejutan manismupun selalu membuatku gemas" (bales nyubit)
Hermione : "Hei Ron, liat mereka. Dimanapun dan kapanpun merka bisa selalu mesra? Sekarang lihat dirimu! Apa yang bisa kamu lakukan??" (Cemberut)
Ron : "Mereka memang dilahirkan dengan sejuta kata untuk bergombal-gombalan dan beribu tingkah untuk bermesra-mesraan" (ngelak)
Hermione : "Yah, setidaknya mereka sukses membuatku iri"
Ron : "Oh honey, maafkan aku. Walaupun begitu aku tetap mencintaimu. Cintaku padamu seluas langit diangkasa, setinngi langit ketujuh, dan sedalam samudra. Dirimu dihatiku tak lekang oleh waktu ~ "
Hermione : "Ron, benarkah apa yang aku dengar?" (berbinar-binar)
Ron : "Emang aku ngomong apaan tadi?" (menggoda Hermione)
Hermione : "Ih Rooooonnnn ..." (mukul-mukul Ron manja)
Harry : "Hei, sudah-sudah. Lebih baik kalian kembali ke kamar. Masih terlalu dini. Bisa-bisa seisi asrama bangun karena suara ribut-ribut kita.."
Ron: "Iya, benar yang dikatakan Harry"
Gue : "Yaudah kalo gitu kita balik kekamar ya .."
Harry : "Iya, selamat tidur Sweety. I love you" 
Gue : "Selamat tidur, love you too"
Hermione : "Roooonn.." (menatap penuh harap)
Ron : "Apa?"
Hermione : "Yasudah lupakan saja" (ngeloyor pergi)

Tanpa disangka pada saat itu, atau lebih tepatnya sejak daritadi, ada sepasang mata yang mengawasi kami. Mengawasi gerak-gerik kami, mendengar setiap perkataan yang kami ucapkan. Dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi yang menunjukkan bahwa ia tak suka dengan apa yang kami lakukan.

Pagi hari, dikelas

Umbridge : (liat Fred sama George rusuh) "Heh kalian! Kalian tau ini bukan pasar?"
Fred : "Heran ya, jaman sekarang masih ada aja guru yang bego"
George : "Haha, iya. Jelaslah ini bukan pasar, orang ini kelas"
Umbridge : "Kalian berduaaaa !! CRUCIO !!"
Fred & George : (kesakitan)
Gue : "Hentikan! Kasihan mereka!!"
Umbridge : "Apa pedulimu anak kecil?"
Gue : "Lepaskan atau kelakuanmu akan aku adukan ke kementrian sihir!"
Umbridge : "DAMN! Kamu berani ngelawan guru ya!!" (mau ngegampar)
Harry : "Jangan sakiti dia!"
Umbridge : "Oh, sang pangeran datang membela. HAHAHAHA"
Harry : (kaget)
Umbridge : "Kenapa Tuan Potter ? Ini bukan lagi sebuah rahasia. Tidak ada yang melarang. Tapi apa pantas kalian bermesra-mesraan jam 3 pagi disaat semua orang sedang tertidur lelap? Apa pantas kalian bergombal-gombalan dipagi buta? Dan kalian !! (nunjuk Ron & Hermione) Kalian tak kalah mesumnya dari mereka!"
Hermione : "Tutup mulutmu wanita tua!"
Umbridge : "Kenapa Nona Granger? Itulah kenyataannya. HAHAHA..." (nyeloyor pergi)

*Di Halaman ditengah tumpukan salju*

Fred : "Ga habis pikir, apa yang dia mau sebenernya?"
Gue : "Ntahlah kak. semenjak kedatangan dia Hogwarts terasa tak nyaman lagi. Banyak peratauran ini dan itu yang harus ditaati"
Ron : "Iya betul, dia keseni hanya untuk berkuasa, menguasain Hogwarts!"
Harry : "Lebih tepatnya -sok- berkuasa"
George : "Iya, dan kita tak akan membiarkan ini terjadi terus-menerus"
Gue : "Terus kita ngapain sekarang?"
Hermione : "Gimana kalo kita ngerjain dia?"
Ron : "Apaaa? Honey, kamu jangan gila dong. Ngerjain dia sama aja kayak masuk kemulut singa. Gila! Jangan cari masalah"
Hermione : "Ron, aku tau ini resikonya besar. Tapi kita juga ga bisa ngebiarin dia untuk terus-terusan -sok- berkuasa disini"
George : "Iya Ron, apa yang dibilang Hermione ga ada salahnya juga untuk dicoba. Kita ga bisa tinggal diam gini. Sekaligus kita buktiin didepan para mentri sihir tentang kebusukan Umbridge"
Ron : "Yaudahlah, gue ikutan aja"

Mulai saat itu semua sibuk ngatur rencana dan strategi untuk ngerjain Umbridge bahkan kalo bisa buat Umbridge dipecat dari Hogwarts
Waktu lagi ngobrol bareng
Umbridge :  "Hey anak-anak manis" (ekspresi ga suka)
Gue : "Ngapain kesini?"
Umbridge : "Bukan apa-apa, hanya ingin meminta kalian untuk menuliskan ini" (ngelempar kertas yang ada tulisan 'saya tidak boleh melawan guru')
Gue : "Tidak akan!"
Umbridge : "oh masih belum kapok juga kalian? CRUC ..."
Harry : "Hentikan! Baik kami akan melakukan ini. Berapa banyak?"
Gue : "Harry, tapi ....."
Harry : "Sudahlah sayang, turuti saja"
Umbridge : "Tulis sebanyak mungkin, sampai kalian mengerti makna dari kata-kata yang kalian tulis"
Gue : "Mungkin butuh waktu berpuluh-puluh tahun dan berjuta-juta lembar kertas untuk menyelesaikan ini. Karna sepertinya aku takkan mengerti makna dari kata-kata itu"
Umbridge : "Terserah apa yang akan kau katakan! Ohiya, simpan pena bulu kalian. Gunakan pena bulu milikku ini"
Hermione : "Jangan bilang ini sebuah jebakan ..."
Umbridge : "Oh Nona Granger, tidak baik berpikiran buruk terhadap sesama wanita"
Gue : "Apa salahnya? Cuma untuk berjaga-jaga"
Hermione : (nganggukngangguk setuju)
Umbridge : "Terserahlah, tunggu apa lagi? Ayo cepat tulis!"

lagi asik-ask nulis tangan kita-kita kesakitan. Terus tiba-tiba muncul goresan luka ditangan yang menyerupai tulisan yang lagi ditulis " I shouldn't be against teacher" Luka yang sangat pedih.
Gue : "Jadi bener kan semua ini cuma jebakan?!"
Fred : "Wanita sialan!"
Hermione : "Apa maumu ?"
Umbridge : "Hahaha anak-anak tolol! Kalian kira aku bodoh sehingga tak tau bahwa kalian berniat untuk melakukan sesuatu terhadapku? HAHAHA kalian salah! Salah besar! Sebelum kalian mempermalukanku, aku dulu yang akan mempermalukan kalian"

*TIBA-TIBA* ada suara --> "Kau tak boleh memperlakukn murid-muridku dengan kasar Umbridge !"
Ternyata dari Prof. Dumbledore, Lupin, Severus Snape, Hagrid, madam Poppy Pomfrey, Firenze, dan beberapa guru yang lain hingga kepala asrama Gryffindor, Minerva McGonagall pun hadir

Minerva McGonagall : "Kau apakan mereka?"
Umbridge : "Bukan apa-apa, hanya memberikan sedikit pelajaran untuk mereka"
Dumbledore : "Kelakuanmu sudah kelewatan, sekarang juga kau akan kami bawa ke kementrian sihir untuk ditindak lanjuti!"
Umbridge : "Kalian tidak bisa membawaku, kalian tidak punya cukup bukti!"
Hagrid : "Tidak punya cukup bukti katamu ? Luka ditangan Harry dan yang lainnya sudah menjadi cukup bukti! Kami juga sudah tau bahwa Harry dan yang lainnya akan mengerjaimu. Bahkan kami juga mengetahui saat kamu menggunakan mantra CRUCIO untuk menyakiti mereka"
Harry : "Tapi, darimana kalian tau bahwa kami sedang merencanakan sesuatu untuk wanita ini?"
Dumbledore : "Saat itu tidak sengaja aku mendengar pembicaraan kalian. Yasudah, ayo cepat bawa Umbridge!"
Umbridge : "Kalian! Dengar ya!! Ini gara-gara kalian!!" (terak-teriak sambil diseret)
Severus Snape : "Sudahlah, jangan dengarkan perkataan dia! Lebih baik kalian bersihkan luka itu" (sambil pergi nyusul guru-guru lain)


Gue : "Harry, kamu tau?"
Harry : "Apa?"
Gue : "Tanpa dikerjain ternyata dia ketahuan juga, hahaha"
Harry : "Hahaha.. Iya. Memang sudah seharusnya para profesor mengetahui perbuatannya"
Gue : "Hahaha iya"
Harry : "Ah kamu ketawa terus nih. Ngegemesin tau" (acak-acak poni gue)
Gue : "Ahaha, kamu bisa aja" (nyubit lengan Harry)
Hermione : "Tuh kan Ron, liat mereka. Romantis lagiii.. Romantis lagiii... Liat kita? Hanya seperti sepasang ayam yang kebingungan" (cemberut)
Ron : "Jangan ngambek gitu dong sayang, iiihh kamu gitu deh.. sambel deh eike" (nyubit lengan Hermione sambil kedip-kedip, Ron ngondek)
Hermione : "Rooonn .. ?" (Shock)
Ron : "Eh sorry ga sengaja.. Hahaha"
Harry : "Hahaha, yasudah sekarang ayo balik" (ngerangkul pundak gue)
Ron : "Balik kemance boooo' ?"
Hermione : "Oh Ron, kau mengulanginya lagi !" (hirteris)
Ron : "Maaf sayang, aku hanya ingin menghiburmu"
Hermione : "Ternyata kau bisa juga romantis, walaupun romantismu menguji adrenalin ku"
Kita-kita : (ketawa ngakak)
Hermione : "Yaudah ayo balik ke kelas"
Ron : "Nah gitu dong, ayo!" (ngerangkul Hermione)
Fred : "Heh tunggu, enak amat pada rangkulan! George, rangkul aku dong ~ "
George : "HAAAAAHHH ??" (mata melotot)
Kita-kita : (ketawa ngakak 'lagi')


Judulnya emang agak ga nyambung sama ceritanya. Nyambung sih, tapi 'dikit' . Yang penting semoga isinya menghibur deh ya. KEEP DREAMING, KEEP IMAGINIG ¬_¬

1 komentar:

  1. Huakakakaka! Ini kenapa Ron mendadak ngondek? Tapi kocak banget, thumbs up!

    BalasHapus

Gak Komen Gak Gaul ! :P