Minggu, 28 Agustus 2011

Lebaran Oh Lebaran..

Reaksi: 
Hey eperibodeh.. kayaknya orang-orang lagi pada demen ngepost tentang lebaran deh.. Kenape sih? Emang sekarang lagi bulan puasa ya? Emang bentar lagi lebaran ya? #ditimpukpakegalon

Ada yang ngebahas tentang "Tradisi Lebaran" kayak di posting Fetty Ghaessani , ada yang ngebahas "Planning menjelang lebaran" kayak Chilvi Chilibra, ada yang ngebahas ... yang ini ngebahas apa ya? pokoknya yang ini juga ngebahas lebaran plus bonus foto HOT terbarunya dan komik strip buatannya , yeah Kak Mamad, ada juga yang bahas "Tips Aman Mudik Lebaran" kayak Kurnia Agus Rahman , ada pula yang bahas lebaran beserta baju barunya kayak Nonny Shetya xD
Masih banyak yang lainnya, tapi intinya tetap sama. Ya.. Lebaran!
Apa sih yang dimaksud lebaran?

Selasa, 23 Agustus 2011

Happy Birthday Rupert..

Reaksi: 
24 Agustus 1988.. 23tahun silam, seorang anak laki-laki telah lahir dengan senyuman manisnya yang membuat siapa saja terpesona jika melihatnya. Ia tampan, rupawan, dan berkharisma, dan selalu mempesona dengan senyum manisnya itu. Dia.. Dia adalah Rupert Alexander Lloyd Grint..
Siapa ga kenal Rupert ayo angkat kaki!!
Dia salah satu aktor favorite gue dengan aksinya bersama 2 temannya, Daniel Jacob Radcliffe dan Emma Watson di film Harry Potter. Yeah, they're my trio ! :*
Ah, inget Daniel Radcliffe jadi patah hati :'( Kalian tau? Gue abis putus sama dia. IYA!! PUTUS!! Pada ga nyangka kan?? Iya, sama! Gue juga ga nyangka bisa putus sama Daniel Radcliffe. Hubungan yang dibina bertahun-tahun akhirnya hancur dalam sekejap. Tau ga rasanya gimana? NYESEK!!

Senin, 22 Agustus 2011

Bukber Harry Potter *Ramadhan Series*

Reaksi: 
 Entah apa yang gue pikirin waktu gue mau bikin posting ini. Yang jelas gue ketawa. Ngetawain kekonyolan gue wkwk. Posting ini juga ide dari Kak Ratri , sebagai sesama Potter Head yang ngusulin bikin fanfic edisi ramadhan . Gue yang sebelumnya pernah kepikiran bikin season ramadhan, tp masih ragu kini mendapat kepastian dari usul kak Ratri.. Dan pintuhati gue pun terketuk. Eaaa... Kalo di Harry Potter and Togetherness of Love itu cerita waktu baru masuk Hogwarts (tahun pertama di Hogwarts), nah ini tahun ke4 di Hogwarts. Jadi agak-agak gimanaaaaa gitu ya.. Eaea.. Selamat membaca! Enjoy it ;) Maap ya kalokalo banyak ngelaturnya. Maap juga kalokalo ceritanya ga nyambung~ NB: BERHUBUNG INI SEASON RAMADHAN, GA ADA ACARA PERANG-PERANGAN DULU YAAHH.. PIECE, LOVE, AND GAWL :p

Jumat, 19 Agustus 2011

Harry Potter and Togetherness of Love (part 2)

Reaksi: 
 Yang belum baca part 1, klik disini biar lebih afdhol :p


Ini adalah hari ke7 aku berada di Hogwarts. Aku dapat dengan mudah beradaptasi disini dan mendapatkan banyak teman baru. Aku mengenal Neville Longbottom, Luna Lovegood, Cho Chang, dll

Saat ini sedang musim dingin. Hal ini jelas membuatku dan Hermione malas kemana-mana dan lebih memilih untuk duduk didalam kamar ditemani dengan segelas hot cappucino buatannya. Ku akui selain cantik, Hermione juga baik dan pintar. Ayah dan ibunya adalah seorang dokter gigi. Awalnya aku tak tau apa itu dokter gigi, tapi Hermione menjelaskan padaku bahwa dokter gigi adalah suatu pekerjaan mulia. Seorang dokter gigi bertugas memeriksa gigi yang sakit dan berusaha menyembuhkannya. Terkadang aku juga sering kasihan terhadap Hermione yang sering di-bully teman-teman hanya karena ia adalah keturunan Muggle. Banyak yang menyebutkan bahwa darah Hermione adalah darah kotor. Hermione selalu murung setelah menerima hinaan itu sementara aku, Harry, dan Ron berusaha untuk menghiburnya. Hermione juga bercerita bahwa ia sangat terkejut saat ia mendapat surat undangan untuk mendaftar di Hogwarts.
Saat kami sedang bercerita tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Ketika aku membukakan pintu ternyata itu adalah Harry dan Ron.

Senin, 01 Agustus 2011

Harry Potter and Togetherness of Love (part 1)

Reaksi: 
Disinilah aku berdiri.. Menatap banyak siswa baru yang hilir mudik kesana-kemari. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang sedang asik berbicara dengan orang tuanya, ada yang sedang merapikan seragam kebanggaan sekolah baruku, ada yang sedang sibuk berkenalan mencari teman baru agar tidak sendirian diasrama nanti. Tapi aku? Aku hanya berdiri, berdiri disamping kereta kokoh yang akan membawaku menuju sekolah baruku. Ya, disinilah aku. Aku sedang menginjakkan kaki di stasiun King's Cross. Aku sedang menunggu kedatangan kereta Hogwarts Ekpress.

Aku sibuk dengan pikiran ku sendiri. Saat ini usiaku telah menginjak 11 tahun dan aku sangat beruntung ketika memiliki kesempatan sekolah di Hogwarts. Sekolah yang diimpi-impikan banyak orang. Ayahku adalah seorang penyihir berdarah murni, sedangkan ibuku adalah seorang Muggle. Yah, bisa dibilang aku ini adalah titisan penyihir berdarah campuran. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara ayah dan ibuku "Sayang, ayo siap-siap. Itu keretanya sudah datang". Woooowww... Aku takjub. Itukah kereta yang akan membawaku ke sekolah sihir ternama itu? Aku segera menggendong tas ranselku dan segera menyalami kedua orangtua ku. Tak lupa aku memeluk mereka dan memberikan kecupan dikedua pipi-nya. Memang sangat berat untuk anak seusiaku (dan tentunya anak-anak lain yang baru masuk Hogwarts) untuk tinggal jauh dari orang tua selama 1tahun. Mungkin para orangtua pun merasakan hal yang sama. Cemas dengan anak-anaknya. Yah, itulah resiko yang harus berani kami ambil. Sebelum masuk kereta, ayah menggendongku dan berkata "Baik-baik disana ya, ayah memiliki seorang teman dekat dan anaknya juga bersekolah disana". Akupun bersemangat "Waaahh.. siapa nama teman ayah itu?". Ibu tertawa melihat semangatku, "nama teman ayahmu James Potter sayang. Ibu juga berteman baik dengan istri-nya, Lily Potter." Senyumku semakin mengembang "Lalu siapa nama anaknya?". Ayah menurunkan aku dari gendongannya seraya tersenyum "Nama anaknya Harry Potter, sayang". Oh, ternyata anaknya seorang laki-laki. Aku penasaran ingin bertemu dengan sosok yang bernama Harry Potter itu. Belum sempat aku melanjutkan pertanyaan, kereta tiba dihadapanku dan anak-anak calon siswa baru berebutan naik. Ayah dan Ibu segera mengantarkanku untuk naik kedalam gerbong kereta. Aku kembali memeluk mereka. Ibu berkata "Jangan nakal ya sayang" sambil tersenyum manis dan mengecup pipiku. Aku melambaikan tangan ke mereka dan segera naik ke kereta.