Senin, 22 Agustus 2011

Bukber Harry Potter *Ramadhan Series*

Reaksi: 
 Entah apa yang gue pikirin waktu gue mau bikin posting ini. Yang jelas gue ketawa. Ngetawain kekonyolan gue wkwk. Posting ini juga ide dari Kak Ratri , sebagai sesama Potter Head yang ngusulin bikin fanfic edisi ramadhan . Gue yang sebelumnya pernah kepikiran bikin season ramadhan, tp masih ragu kini mendapat kepastian dari usul kak Ratri.. Dan pintuhati gue pun terketuk. Eaaa... Kalo di Harry Potter and Togetherness of Love itu cerita waktu baru masuk Hogwarts (tahun pertama di Hogwarts), nah ini tahun ke4 di Hogwarts. Jadi agak-agak gimanaaaaa gitu ya.. Eaea.. Selamat membaca! Enjoy it ;) Maap ya kalokalo banyak ngelaturnya. Maap juga kalokalo ceritanya ga nyambung~ NB: BERHUBUNG INI SEASON RAMADHAN, GA ADA ACARA PERANG-PERANGAN DULU YAAHH.. PIECE, LOVE, AND GAWL :p



 "Harry.. Ron..! Lama banget sih!!" aku berteriak memanggil Harry dan Ron
Aku dan Hermione telah berpakaian rapi. Kali ini kami sedang tidak menggunakan seragam resmi Hogwarts, kami memakai baju bernuansa islami dan menggunakan selendang sebagai pelengkap. Hari ini kami akan berbuka puasa di The Burrow bersama anggota Dumbledore's Army dan beberapa professor.
Acara berbuka puasa pertama kali diusulkan oleh Fred dan George yang tiba-tiba mendatangi kami ber4 (Aku, Harry, Ron, & Hermione) yang sedang duduk ditaman.

"Bosen ya puasa-puasa gini belajar terus, rasanya tuh... sumpek! gimana kalau kita bikin acara buka bersama?" usul George. Hermione antusias. 
"Ayoo.. ayooo... tapi ajak siapa? Masa cuma ber6 doang? Kan ga asik.."
George keliatan sedang berpikir, tapi tiba-tiba Fred nyeletuk "Gimana kalo ajak semua anggota Dumbledore's Army aja, kan rame tuh. Sekalian ajak beberapa proffesor. Kayak Prof. Dumbledore, Prof. McGonagall, dll". Semua bengong. Tapi sedetik kemudian semua teriak SETUJUUUU.. Dan setelah berdiskusi dengan semua anggota Dumbledore's Army ditemukan kesepakatan waktu dan tempat acara. Dan akhirnya hari H pun tiba yang jatuh pada hari ini.


"WOOOIII..!!" Seseorang berteriak ditelingaku. Saat ku lihat ternyata itu Harry yang ternyata sedaritadi berdiri disebelahku. Dia mengenakan baju koko putih dengan kopiah yang juga berwarna putih. Wajahnya lucu dengan kacamata bulat yang ia kenakan. Aku memukul lengannya, gemas. Dia tertawa bahagia. "Abis dipanggil-panggil daritadi malah bengong". Aku hanya tersenyum dan membulatkan bibirku hingga berbentuk huruf 'O'
Ron senyum-senyum. Ia juga mengenakan baju koko putih dan kopiah abu-abu "Ayo ah jalan.. Udah jam 5 nih, udah telat banget". Memang, pada saat itu kami merencanakan untuk menunggu berbuka dengan mempelajari mantra dan berencana untuk berkumpul di The Burrow pada pukul setengah 5.
Harry menyerahkan sapu terbang kepadaku. Dia melirikku "Siap?"
Sejenak aku melihat Ron menatap Hermione mesra, mereka cocok sekali. Aku tersenyum "Siap".
Harry dan Ron berteriak penuh semangat. "YEAAAHH.. COME ON BABY!!" dan kemudian mereka meluncur dengan sapu terbang menuju The Burrow. "Tungguuuu.." aku dan Hermione tertinggal

*

Diperjalanan kami melihat sekelompok orang berbaju putih, mereka berlari ketakutan. Ternyata mereka dikejar oleh sekelompok anjing liar. Terlihat konyol. Kami tertawa. Sepertinya aku mengenali mereka. Tapi.... Siapa? Ah sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja.
Saat tiba di The Burrow, ternyata semua sudah berkumpul. Ada Fred dan George, Padma dan Parvati Patil, Lavender Brown, Neville Longbottom, Luna Lovegood, Cho Chang, Terry Boot, Hannah Abbott, Michael Corner, dll beserta beberapa professor. Semua tersenyum melihat kedatangan kami.

"Wah.. sepertinya kami yang paling telat. hehe" ujar Ron seakan-akan bangga dengan telatnya kami.
Lavender, seorang wanita yang belakangan kami ketahui sedang menyukai Ron --dan berhasil membuat Hermione cemburu-- berkata manja "Aah, yang penting kamu datang. Soalnya tanpamu tempat ini akan terasa hampa, sehampa hatiku". Tapi sayangnya Ron tak menghiraukan Lavender.
Hermione hanya bisa menahan emosinya "Aduuuh.. untung lagi puasa. Kalo nggak....." dia berbisik ditelingaku. Sepertinya ia sangat tidak menyukai Lavender. Aku tertawa.
Harry yang saat itu pintar membaca situasi segera mengalihkan pembicaraan "Eh udah pada mulai ya latihan mantranya? Ayo deh lanjut lagi".
Seorang gadis berwajah Asia, Cho Chang, menghampiri Harry. Nah, kalau Hermione tak menyukai Lavender, aku tak menyukai Cho. Entah mengapa dia selalu mendekati Harry dan membuatku cemburu. "Harry duduk disebelah aku yaaa.." Oh God, dia mengajak Harry duduk disebelahnya!! I'm jealous! Tidakkah dia melihatku sedang berada disebelah Harry? Padahal seluruh siswa Hogwarts telah mengetahui kedekatanku dengan Harry. Hermione mencolekku "liat tuh.. Mengapa mereka berdua selalu merusak situasi?" Hermione cemberut, dan aku tertular cemberutnya Hermione.
Harry melirikku sekilas, kemudian ia melihat Cho. Sorot mata Cho penuh pengharapan. Tapi sedetik kemudian Harry merangkul pundakku "Maaf Cho, aku bersamanya". Wajah Cho memerah, sepertinya ia malu. Ia meninggalkan aku dan Harry.
Aku tersenyum bahagia, ku pikir Harry akan memilih bersama Cho. "Mana mungkin aku memilihnya sementara ada kau disisiku" bisik Harry seolah mengetahui isi pikiranku. Hal serupa dilakukan Ron. Aku melihat Ron dan Hermione berjalan bersisian sambil sesekali tertawa renyah. Hermione melihatku kemudian tersenyum dan mengedipkan matanya.

*

"EXPELLIARMUS!!" Neville berteriak lantang melafalkan mantra. Tapi usahanya tetap gagal. Ini usahanya untuk yang kesekian kalinya. Ia melempar tongkatnya dan tertunduk lesu. Aku menghampirinya, "Neville, ayo coba lagi. Kau pasti bisa". Ia menatapku, sangat lama. "Aku tak sehebat kalian, kalian dapat melafalkan mantra dengan sempurna, kalian dapat menciptakan beribu-ribu ramuan, kalian hebat dalam segala hal. Tidak seperti aku yang bodoh dan lemah..". Aku tak tega melihat Neville. Tapi untunglah Harry datang, sepertinya ia mendengar pembicaraan aku dan Neville tadi. "Neville, aku, dia, Ron, Hermione, dan lainlain juga memulai dari nol. Awalnya kami sangat buta mantra, buta ramuan, kami tak tau apa-apa. Tapi kami tetap berusaha. Kami berusaha untuk jadi yang terbaik. Kami mempelajari semua ini tanpa lelah, tanpa putus asa. Kami juga sepertimu. Gagal diawal, tapi kami tak patah semangat. Kami terus mencoba dan mencoba. Dan akhirnya, from nothing to everything. Believe it, Neville. You can do that!!" Harry menyemangati Neville. Sorot matanya yang tadi meredup kini kembali bercahaya setelah mendengar kata-kata Harry. "Ya, kalian benar. Aku bisa! PASTI BISA!!!" Ia berjalan mengambil tongkatnya. "Ingat Neville, kuncinya hanya satu. Fokus!!".
Kali ini Neville terlihat lebih serius. Ia mengarahkan tongkatnya kedepan. "EXPELLIARMUS!!" dan lagi-lagi ia gagal. Ia kembali mencoba dan tetap gagal. Ia bangkit, mencoba lebih fokus diusahanya yang ke4 ini "EXPELLIARMUS!!", mantranya mengenai Michael Corner dan Michael tersentak jatuh. "AKU BERHASIIIILL..!!" Neville berteriak bangga. "Terimakasih telah menyemangatiku!". Aku dan Harry tersenyum "Lanjutkan Neville.."
Dari kejauhan aku dan Harry melihat Neville mencoba beberapa mantra dan ia berhasil. Alhamdulillah yahh~

Aku melihat Cho menatap Harry dari kejauhan, tiba-tiba muncul dibenakku untuk menjahilinya. Aku mengambil tongkatku. "TARANTALLEGRA!!" dan seketika kaki Cho bergerak cepat seperti sedang berdansa. Bergerak kesana-kemari tak terkendali. Harry menatapku, biasanya ia selalu mencegahku jika ingin berbuat sesuatu terhadap seseorang. Tapi kali ini tidak, mungkin ia mengerti tujuanku. Cho tampak lelah mengikuti arah kakinya. Hermione dan Ron tertawa terpingkal-pingkal melihat Cho yang saat itu ku jahili. Kemudian mereka menghampiriku "Hey, sudahlah. Kasihan dia, ayo berhentikan sebelum Prof. Dumbledore melihat ini." aku tertawa, tapi aku menuruti perintah mereka. Benar yang mereka katakan, kalau Prof. Dumbledore tau, aku yang akan diceramahinya. "Ayo latihan mantra lagi.." Hermione menarik tanganku.

"STUPEFY!!" ucapku dan Hermione bersamaan. Korban mantra kami adalah 2ekor tikus tanah kecil yang tadi kami temukan. "STUPEFY!!" dan kali ini tikus berhasil tak sadarkan diri. Aku dan Hermione tertawa, mentertawakan tingkah konyol kami. Tampaknya semua yang ada diruangan sedang merapalkan mantra yang sama. Fred & George memantrai semut raksasa, sementara aku melihat Ron memantrai laba-laba. Ia tampak takut dan mengucapkan mantra sambil memejamkan matanya. "Sok berani, udah tau takut laba-laba, mantrainnya pake merem segala, mana mempan.." Hermione tertawa. Saat membuka mata, Ron melihat laba-laba yang dimantrainya tadi. Laba-laba itu memelototinya. Dan Ron berlari ketakutan...
Saat Ron berlari, Prof. Dumbledore datang. "Ayo anak-anakku.. Sudah waktunya berbuka"
Aku melirik jam dinding yang ada di The Burrow 06.02 pm. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat.
Prof. Dumbledore memimpi doa Allahumma lakasumtu wabika amantu wa’ala rizqika afthortu Birohmatika Yaa Arhamar Raahimin...
Kami menikmati hidangan yang disediakan. 10 menit kemudian kami melanjutkan sholat maghrib berjama'ah

*

Saat sadang sholat berjamaah, aku merasa seperti ada segerombolan orang yang datang ke The Burrow.
Selesai solat kami bersalam-salaman dan memanjatkan doa sejenak.
"Assalamualaikum.." terdengar suara seseorang. Suara itu berat dan agak sedikit serak.
"Wa'alaikumsalam.." ketika kami memalingkan wajah ke sumber suara, betapa terkejutnya kami saat melihat sosok itu. Ia dan gerombolannya juga memakai baju koko. Baju koko yang juga berwarna putih. Semua bersiaga mengambil tongkatnya masing-masing. "STUPEFY!!" kami serentak merafalkan mantra yang kami pelajari bersama tadi. Sosok itu terjatuh, begitu pula dengan pengikut-pengikutnya.. "Voldemort!!" Harry berdesis. Ya, yang datang adalah Voldemort dan anggota Death Eaters-nya. "Mau apa kau kemari!!" tanya Harry. Kemudian ia menarik tanganku agar berlindung dibelakangnya.
"Maaf, kami datang kesini hanya untuk silaturahmi. Kami mendengar bahwa kalian sedang mengadakan acara berbuka bersama. Bolehkah kami bergabung. Kami memang agak sedikit telat.. Sewaktu menuju kemari kami dikejar anjing liar". Kami berjaga-jaga dan tetap memasang posisi siaga. "Tenanglah, sekarang sedang dibulan suci, tidak baik jika diantara kita ada pertikaian, dendam, bahkan berperang. Mari kita saling berdamai. Perangnya di pending dulu sampai selesai lebaran.."
APA? DI PENDING ? Kami tertawa. Prof Dumbledore menghampiri Voldemort. Kami mencegahnya, tapi ia tetap berjalan menuju Voldemort. "Masuklah.." ujar Prof. Dumbledore. Kami tercengang. Tak percaya dengan apa yang kami saksikan. "Assalamualaikum.." tiba-tiba datang segerombolan orang lagi. Mereka adalah orang-orang dari kementrian sihir.
Prof. Dumbledore tersenyum melihat ekspresi kami. "Tadi aku mendapat surat dari Kementrian Sihir bahwa mereka akan datang kemari. Mereka juga sudah memberitahukan bahwa Voldy akan datang."
Kami diam. "Kalian tenang saja, Kementrian Sihir sudah mendeteksi Voldemort dan Death Eaters-nya. Mereka tak membawa senjata apa-apa. Bahkan mereka melucuti sejenak kekuatan yang mereka miliki".
Voldemort senyum-senyum. Hidungnya semakin mengembang. Dan sejenak kemudian suasana yang hening kini gaduh oleh suara tawa kami. Baiklah, perang dipending.
"Aku membawa kembang api. Mau main?" ajak George.
"AYOOOO!!!" semua berteriak gembira dan keluar dari The Burrow.
Suara riuh kembang api memecah keheningan malam, semua tertawa gembira.
Tiba-tiba aku ingat sesuatu, aku manarik Harry, Ron, dan Hermione menjauh. Agak tergesa-gesa. Mereka panik. "Kenapaaa?"tanya Hermione.
Aku diam, menenangkan diri. "Kalian ingat sesuatu?".
Tapi mereka ber3 sama sekali tidak menampakkan gejala -Ya-Aku-Ingat-. Mereka menggelengkan kepala bersamaan. "Inget tadi waktu perjalanan kesini kita liat sekelompok orang pakai baju putih lari-lari gara-gara dikejar anjing liar?". Harry tertawa. "Yaaa!! aku ingat!" begitu juga yang lainnya. Aku mengambil nafas dan menghembuskannya. "ITU VOLDEMORT!!". Mereka ber3 tampak sedang berpikir. Kemudian mereka tertawa. Sangat kencang. "Yaa! Pantas saja tadi sepertinya aku mengenal orang-orang konyol itu" ucap Hermione sambil terus tertawa. Sepertinya ia membayangkan wajah Voldemort dengan hidungnya yang sedang kesusahan berlarian menghindari anjing liar. "Kok niat banget ya kesini jalan kaki? kan jauh.." kami tak menjawab pertanyaan Hermione. Kami hanya tertawa.
"Eh udah yuk, kita kesana lagi. Kami punya kejutan untuk kalian" ucap Harry sambil mengedipkan matanya ke arah Ron. Ron balas mengedipkan matanya.
Aku dan Hermione berjalan menuju orang-orang yang sedang bermain kembang api. Sementara Harry dan Ron menghilang entah kemana.
5 menit kemudian mereka kembali. Harry membawa 1 kembang api berukuran besar. Sepertinya ia kesusahan membawanya. Ron membantu Harry. "Letakkan disitu.." ucap Harry.
Ron bersiap-siap menyalakan apinya.. Semua menunggu. 15 detik..20detik..30detik.. Kembang apinya belum menyala. Diwaktu normal, kembang api itu akan meluncur kurang dari 30 detik.
Tapi... DUAAAARRR!!! Suara kembang api itu memekakkan telinga. Aku, Hermione, dan yang lainnya melihat keatas, kagum. "Just for you..." ucap Harry dan Ron bersamaan. Kembang api itu bertuliskan I LOVE YOU GIRL..
Harry merangkul ku, dan Ron menggenggam tangan Hermione.
Aku dan Hermione menangkap basah Lavender dan Cho yang sedang mencibir kami, kemudian mereka lari menjauh. "Masa bodoh!" ucap Hermione tak acuh. Ia tertawa. Kami semua yang ada disana tertawa. Voldemort pun ikut merasakan kebahagiaan para Dumbledore's Army. Kami masih tetap menatap kembang api yang masih bercahaya terang diatas langit. Yeah, tonight is our night!

2 komentar:

  1. Waaahh.. kamu benar2 JK ROWLING CILIK!! THE NEXT JK ROWLING! JK ROWLING WANNA BE!
    kamu nggak pernah kehabisan ide untuk nulis, bakat banget. lanjutin ya :)

    BalasHapus
  2. Happy ending. nice post (:

    BalasHapus

Gak Komen Gak Gaul ! :P