Rabu, 14 September 2011

Harry Potter and Togetherness of Love (Part 3)

Reaksi: 
Klik HERE for Part 1
Klik HERE for Part 2

Sebelumnya.. : "Ehmm.. Aku mau berterimakasih. Terimakasih telah menyelamatkan aku dan Hermione". Hermione dan Ron datang setelah berlari menyusulku. Napasnya terengah-engah. Harry terseyum, seolah menjawab ucapan terimakasih ku "Sama-sama" ujarnya. Kemudian ia berbalik dan berjalan menjauhi kami. Aku, Ron, dan Hermione saling bertatapan penuh tanya. Ada apa dengan dia?

"Kenapa dia?" tanya Ron. "Hhhhh..." aku menghela napas. "Entahlah, dia aneh". Aku masih menatap punggung Harry yang semakin menjauh. Sebenarnya aku juga tak mengetahui apa yang terjadi dengan Harry. Sementara Hermione masih berusaha meyakinkanku bahwa Harry cemburu akibat insiden di toilet tadi.

 Semenjak kejadian itu Harry semakin menjauh dariku. Sepertinya ia menjaga jarak, tak mau mendekatiku.
Saat aku mencoba menghampirinya saat diasrama, ia segera pergi. Saat aku berusaha menyapanya ketika berpas-pasan dikoridor, ia hanya berhenti sejenak kemudian menatap mataku nanar. Sorot matanya berubah, tak dapat digambarkan dengan kata-kata. Ketika sedang makanpun, ia memilih tak berkumpul dengan kami bertiga. Sesak! Ya rasa itu yang aku rasakan. Entah apa yang terjadi, tapi yang aku tau saat itu adalah, bahwa sebenarnya aku sangat merindukan Harry! Akhirnya setelah hampir sebulan melihat perubahan sikap Harry yang semakin menjauhiku, aku memberanikan diri menghampirinya yang sedang duduk ditaman dengan buku transfigurasi ditangannya.